BERBAHAGIALAH IBU!

Subhanallah, sepanjang minggu itu ada yang menyeruak di hati saya. Pertama, 20 Desember 2008, dalam memeringati hari ibu, saya memeroleh penghargaan sebagai salah satu dari 8 Inspiring Women dari DPW PKS Banten. Saya di bidang budaya, terkait dengan kegiatan di Rumah Dunia. Meski penghargaan itu diadakan oleh sebuah partai politik, insya Allah saya tetap ada di luar, agar melihat segala sesuatu dengan lebih leluasa.
Agak canggung rasanya berdiri di depan banyak orang, memegang tropi dan seikat bunga. Seperti ada tanggung jawab lebih berat menunggu sepulang saya nanti. Perempuan yang menginspirasi. Sebutan yang membuat saya merasa harus lebih berhati-hati dalam melangkah. Bukan untuk jaga imej, melainkan saya harus menjaga sikap tabiat, agar tidak menyakiti orang lain, dan terus memperbaiki tingkat keimanan saya.
Saya sengaja mengajak Mas Gong untuk hadir, karena saya tidak pe de untuk menghadiri acara seperti itu. Kayaknya, saya tipe orang yang lebih suka ada di belakang layar. Bahkan undangan penerimaan penghargaan itu hampir tidak bisa saya hadiri, karena bertepatan dengan pembagian rapor di TK Jendral Kecil yang saat itu saya pimpin. Penghargaan itu bukan langkah akhir buat saya. kerja belum usai, tentu saja perlu bantuan relawan yang lain, rumah dunia harus terus menggelinding. insya allah.
Yang kedua adalah seharian menjelang hari ibu, anak kami yang nomor tiga, Odie (saat itu 4,5 th) mendatangi saya sambil menyembunyikan selembar kertas di belakang punggungnya. Sambil berkata dengan raut muka lucu, bahwa ia tidak boleh menunjukkan gambar yang dibuatnya. Sepintas lalu saya melihat goresan crayon warna-warni. Saya bilang jika ia tidak mau menunjukkan gambarnya, tidak apa-apa. Meski dalam hati saya merasa penasaran amat sangat, saya percaya rahasia Odie tidak bertahan lama.
Benarlah, Odie pelan-pelan menunjukkan kertasnya, dan membuat saya terharu karena ia mewarnai huruf “u-m-i” tanpa keluar garis. Mengingat anak saya itu motorik halusnya masih kurang, saya pikir ia telah berusaha keras. Lalu ada kata-kata yang tentu saja ditulis anak sulung saya, Bella (saat itu 10,5 th): selamat hari ibu buat mamah.
Mata saya mulai berkaca-kaca, saya cium pipi Odie dan memeluknya penuh terima kasih. saya bisikkan bahwa saya dan papahnya sangat menyayangi dia. Odie hanya tersenyum jenaka memerlihatkan deretan giginya yang banyak terserang karies.
Untuk mengungkapkan perasaan haru yang mengganjal di dada, saya mencoba melucu dengan menyanyikan lagu Ummi-nya Sulis dan Hadad Alwi, tetapi dengan mengubah liriknya menjadi :
Odie.. Odie… Odie…/Odie adalah anakku/senyumnya lucu slalu/tak pernah menyusahkanku/menjadi cahaya hari-hariku…
Odiepun tertawa makin keras…
Kemudian datang anak lelaki saya yang lain, Abi (saat itu 9,5 th) menunjukkan kertas yang sama, berbeda isi. Abi menulis “selamat hari” lalu di bawahnya ada gambar mobil dengan dua penumpang, yaitu seorang dengan tanda “?” , dan satu lagi bertuliskan “ibu”. Jadi Abi ingin mengucapkan selamat hari ibu melalui gambar. Anak kami itu memang memiliki perpaduan tipikal logika matematis dan visual spasial. Segala sesuatu lebih sering dia ungkapkan melalui gambar.
Lalu, siapakah penumpang yang satunya, dengan tanda “?” di muka? semula saya menebak itu gambar papahnya, tetapi tenyata saya salah. Itu gambar Abi sendiri, sedang naik mobil bersama saya. Subhanallah. Saya berterima kasih dan berniat mencium pipinya, tetapi Abi malah berlari menghindar.
Beberapa saat kemudian dia kembali lagi sambil mengadu, Bella memarahinya karena telah menunjukkan gambar itu pada saya. Karena mengenal karakter masing-masing anak, saya paham maksud Bella, dia ingin memberi kejutan buat saya di hari ibu, tetapi dua adik lelakinya mengacaukannya. Saya menghibur Abi dan Odie, bahwa saya tidak akan bilang ke Bella, jika saya sudah mengetahui isi kartu ucapan mereka.
Kejutan berikutnya adalah ketika makan malam. Saat saya sedang memasak spaghetti, Bella berinisiatif makan di meja makan. Sudah berapa bulan kami makan bersama, dengan cara menghadapi nampan besar berisi nasi, sayur kering dan lauk. Tentu saja dengan duduk di lantai. Kaka (saat itu 3,5 th), anak bungsu kami menyebut sebagai “makan gaya Nabi”, mengikuti istilah papahnya.
Lantaran kangen makan di meja pula, saya menyetujui usul Bella. Segera dia menyiapkan meja makan, piring, gelas, sendok plus reservation card berterakan nama masing-masing calon penghuni kursi makan. Saya tak tahu idenya itu sampai saya membawa spaghetti buatan saya ke ruang makan. Surprise juga ide Bella, pikir saya.
Tapi ketika menarik kursi, saya lebih surprise lagi karena dua buah kartu berhias bunga-bunga kering tergeletak di situ. Saya melirik mas gong yang duduk di sebelah yang tampak surprise juga melihat kartu dari kertas hvs itu. Raut mukanya sih innocent gitu, tapi saya setengah tidak percaya kalau dia belum tahu surprise anak-anak.
Kami berdua membaca kartu dari Bella dan Kaka, yang sama-sama berhias bunga-bunga kering. Kartu Kaka bertuliskan ucapan selamat yang ditulis Bella, dan coretan gambar kaka.
Sementara kartu Bella lebih rapi, gambarnya lebih mudah dimengerti, dan yang membuat hati saya terkesiap, Bella menulis begini:
“Selamat hari ibu…. saya mohon maaf kalau ada kesalahan yang telah membuat marah. karena saya sayang sekali pada mamah (papah juga) yang telah merawat saya dan sebagainya. maafkan juga karena saya punya banyak dosa yang patutnya saya tanggung, malah ditanggung anda sekalian.
ya udah deh, bye-bye… (oya surat ini untuk papah juga karena itu janganlah iri)
bella
p.s: terima kasih yach! oiya mohon maap kalau ada kesalahan dalam surat ini namanya juga anak^^…..”
Kerongkongan saya tercekat sekian detik, tak mampu berkata-kata. Mas Gong mencium pipi saya, membuat rasa bahagia itu makin membuncah. Mata saya berkaca-kaca, sambil berkata, bahwa saya menyayangi mereka semua, terima kasih untuk semuanya, minta maaf jika saya salah dan marah-marah, karena itu bukan marah yang sebenarnya.
Subhanallah, mungkin ini juga yang dirasakan ibu saya bertahun-tahun lalu, saat saya seusia Bella, dan menghadiahi beliau kartu ucapan selamat hari ibu bikinan sendiri…
Selamat hari ibu, semoga ibu Indonesia senantiasa berbahagia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s