Hal Penting yang Tampak Tidak Penting

Suatu hari di sebuah restoran waralaba serombongan ibu-ibu meet up.
Posisi mereka di belakangku, jadi aku hanya mendengar pembicaraan. Bukan bermaksud menguping karena nada bicara mereka pun agak tinggi. Aku sedang makan sendiri di situ, setelah lelah memutari kota mengurus beberapa pekerjaan.

Ibu A : Iih .. Kangen tauk, ketemuan gini!
Ibu B : Eh Mbak, makin glowing aja. Pakai perawatan apa, sih?
Ibu A : Hahaha … Biasa aja, kok. Cuma kalau malam jangan lupa bersihin make up, trus siang-siang pakai pelembab.
Ibu B : Wah, aku paling males, tuh! Ngantuk mah tidur aja! Hahaha
Ibu C : Eh muka dia glowing tapi jangan salah, ubannya, udah banyak, Nek! Beda ama gue, uban baru berapa biji. Padahal umur tuaan gue! Hahaha ….

Jeda sebentar.

Ibu A : Ya, gakpapa uban banyak, asal buat mikirin anak-anak yatim di pondok …

Jeda agak lama.
Krik. Krik. Krik.
Aku ingin menoleh dan melihat ekspresi mereka, tapi tidak tega.

Setelahnya kudengar Ibu C tidak terdengar suaranya. Justru Ibu A yang lebih banyak mendapat pertanyaan atau sapaan.

Kadang kita pun lupa, mengatakan hal-hal yang menurut kita maha penting, sekadar menunjukkan diri sendiri. Padahal itu sungguh tidak penting.

Disclaimer dulu, ini kisah fiksi. Tetapi maafkan aku jika pernah melakukannya 🙏

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s