Between Shades of Gray : Rute dari Ruta

Judul novel          : Between Shades of Gray

Pengarang           : Ruta Sepetys

Penerbit               : Noura Books

Tahun                   : Desember 2014

Jumlah halaman : 386

Between Shades of Gray Awal membacanya, saya sempat ragu. Kuatkah saya? Entah kenapa hampir setiap membaca segala sesuatu mengenai Soviet membuat perut saya mulas. Stigma gelap dan kejam terus melekat dengan nama negara itu.

Tapi lembar-lembar awal novel ini menarik-narik saya agar melihat lagi, dan lagi. Sekadar dilihat saja dulu. Dan terbukti saya tidak bisa melepasnya sebelum selesai membaca. Kisah ini berlatar belakang  sejarah kelam pendudukan Soviet atas negara-negara Baltik seperti Lithuania, Estonia dan Latvia.  

Adalah keluarga Vilkas yang terdiri dari Kostas Vilkas (ayah, rector universitas), Elena Vilkas (ibu, mampu berbahasa Rusia), Lina Vilkas (anak perempuan, tokoh utama, pandai menggambar) dan Jonas Vilkas (anak lelaki) yang tinggal di Kaunas, Lithuania. Suatu hari ibu dan dua anak ini diciduk NKVD (agen rahasia Soviet) karena Kostas Vilkas yang intelek dikategorikan  sebagai anti-Soviet. Kostas sendiri kabarnya telah ditangkap tanpa kepastian kabar.

Cerita bergulir dalam perjalanan Lina, ibu dan adiknya beserta ribuan warga Baltik menuju tempat pendeportasian mereka. Rute Vilnus – Minks – Orsha – Smolensk – Sungai Angara – Usk Kut (saya menduga ini adalah Yakutsk) di tepi Sungai Lena – Kirensk – Bulun – Stolbai – Laptev – dan akhirnya Trofimovsk. Tempat terakhir digambarkan sebagai Siberia, kawasan Artik, Kutub Utara. Rute Deportasi Lina Vilkas

Kepiawaian Elena dalam bebahasa asing (Rusia) menjadi penyambung informasi bagi kebanyakan warga Lithuania yang dideportasi. Elena yang cerdas pun ditawari  sebagai mata-mata bagi Soviet. Ada pun Lina merepresentasikan seluruh perasaan dan deritanya lewat gambar. Wujudnya berupa sapu tangan berisyaratkan tempat dan kejadian, yang diedarkan dari tangan ke tangan sebagai penyeka keringat. Dengan harapan sampai pada Kostas, ayahnya. Juga kertas-kertas bergambar yang disembunyikannya dengan hati-hati, yang menjadi pembuka kisah hidupnya pada dunia.

Penderitaan Lina tak hanya setahun dua. Belasan tahun ancaman cuaca dingin ekstrim, kelaparan, kerja paksa dan penindasan tentara Soviet seperti memelintir batin dan pikiran pembaca. Sedikit menghibur adalah kesukaan Lina pada bacaan, menunjukkan betapa buku memiliki tenaga untuk menguatkan hidup seseorang saat berada dalam titik terendah.

Kisah asmaranya bersama Andrius diceritakan dalam kondisi tahu sama tahu. Tak ada kesempatan berasyik-masyuk karena terpendam dalam kondisi tertindas dan tak terpisah jarak amat jauh. Entah dalam versi bahasa aslinya.

Pengalaman Lina Vilkas dan keluarganya ini ditulis Ruta Sepetys berdasar riset yang dilakukannya di Lithuania. Ruta sendiri adalah putri perwira militer Lithuania yang kabur melalui Jerman, seperti diwakili kisah Joana, sepupu Lina dalam novel ini.

Ruta menulis kisah ini dalam alur maju-mundur dengan lihai. Ada dua cerita, suatu masa dan masa sebelumnya yang dijalin dengan rapi. Butuh kejelian menyatukan adegan flashback tanpa merusak alur cerita yang sedang dinikmati pembaca. Kesesuaian adegan dijalin dengan indah.

Setting lokasi tidak dituliskan tersendiri, tapi membaur dalam adegan penuh derita dari tokoh-tokohnya. Setiap bagian novel ini seolah tidak lepas dari ketegangan, keingintahuan dan simpati. Itu yang menjerat saya untuk terus mengikuti halaman demi halaman, sejak lembar pertama.

Seperti biasa setiap kali membaca, saya berusaha membebaskan diri dari pengaruh endorsmen dan rekam jejak kesuksesan yang lazim diterakan di bagian depan dan belakang sebuah buku. Setelah selesai, baru saya cari tahu apa dan siapa para endorser. Saya jadi tahu mengapa Between Shades of Gray mendapat banyak penghargaan internasional, karena memang pantas untuk itu.

Rumah Dunia, 23 Januari 2015

Keterangan gambar: Rute perkiraan yang saya buat, mengenai perjalanan deportasi Lina Vilkas. Saaya memakai sumber peta dari Scholastic Atlas of World, 2003.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s